ISO

ISO 9001



Terapi Wicara

Gangguan komunikasi merupakan jenis gangguan yang sangat serius akhir-akhir ini, karena komunikasi merupakan media penting untuk dapat berinteraksi dengan orang lain di lingkungannya. Bentuk gangguan komunikasi meliputi : Gangguan Bahasa, Wicara, Suara, Irama/Kelancaran dan menelan. Kondisi tersebut memerlukan penanganan terapi wicara yang komprehensif. Bentuk penanganan Terapis Wicara mulai dari assessment, treatment, evaluasi dan follow up.

Menyikapi hal tersebut, pada tahun 2006 Departemen Kesehatan RI membuka Program Studi D-III Terapi Wicara di Politeknik Kesehatan Surakarta. Tahun 2009, Program Studi ini berubah menjadi Jurusan Terapi Wicara. Pada tahun 2010, Jurusan Terapi Wicara mendapatkan nilai Akreditasi B dari Kementerian Kesehatan RI serta telah menghasilkan 152 terapis wicara.

Di tahun akademik 2012/2013 ini, Jurusan Terapi Wicara Kementerian Kesehatan RI membuka Program Studi D-IV Terapi Wicara di Politeknik Kesehatan Surakarta. Dengan diterbitkan Surat Keputusan Menteri Kesehatan RI No.HK.03.05/I.2/03067/2012, pendidikan D-IV Terapi Wicara siap diselenggarakan di Jurusan Terapi Wicara Poltekkes Surakarta.

KASUS YANG DITANGANI OLEH TERAPIS WICARA.

Pelayanan terapi wicara dilakukan oleh tenaga profesional yang telah memiliki keahlian khusus dan diakui secara nasional serta telah mendapat ijin praktek dari Departemen Kesehatan Republik Indonesia. Profesi terapi wicara di Indonesia disebut sebagai Terapis Wicara (Speech Therapist).

Terdapat (lima) aspek yang menjadi bidang garap terapis wicara yaitu :

1.   Gangguan bahasa (Afasia dewasa dan Afasia perkembangan),

2.   Gangguan bicara (Disaudia, Disartria, Dislalia, Disglosia, Dislogia),

3.   Gangguan suara (Disfonia, Afonia),

4.   Gangguan irama/kelancaran (Gagap, Klatter, Latah),

5.   Gangguan menelan (Disfagia).

Terapis wicara dapat bekerja di rumah sakit negeri maupun swasta, klinik stroke, klinik anak dengan kebutuhan khusus, institusi pendidikan/sekolah, institusi rehabilitasi, dan praktek pribadi.

Pendidikan D-III Terapi Wicara ditempuh selama 6 semester dan lulusannya berhak menyandang gelar Ahli Madya Terapi Wicara (AMd.TW). Sedangkan pendidikan D-IV Terapi Wicara (0 tahun) ditempuh selama 8 semester dan lulusannya berhak menyandang gelar Sarjana Sains Terapan Terapi Wicara (SST.TW).

Pengelola Program Studi D III Terapi Wicara

Ketua Jurusan : Wiwik Setyaningsih, SKM, MKes

Sekjur           : Ig. Dodiet Aditya Setyawan, SKM, MPH

Kaprodi D-III : DR. Rita Benya Adriani, SKp, M.Kes

Kaprodi D-IV  : Endang C Setyowati, S.Kep.Ns,M.Kep

Fasilitas

· Ruang kelas ber-AC

· Pembelajaran dengan multimedia

· Perpustakaan

· Laboratorium Klinik

· Laboratorium Komputer (Wifi & LAN)

· Laboratorium Bahasa

· Hotspot Area

· Mushola

 

terapiwicarasolo.wordpress.com



Program Studi D 4 Terapi Wicara PDF Print E-mail
Written by Administrator   
Tuesday, 22 February 2011 13:47

 

 

Last Updated on Tuesday, 03 March 2015 00:58
 


Sistem Informasi

SPMB

One Day Services

Informasi Beasiswa

Informasi Lowongan Kerja

Layanan Pengadaan Secara Elektronik

Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi

Portal Garuda

Kontak

Email: poltekkes_solo@yahoo.com

Telp. (0271) 856929

Fax (0271) 855388